SUJIWO TEJO: BAHASA DAERAH JANGAN DITINGGALKAN
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Wakil Rektor 1, Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng., hadir untuk membuka acara. “Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dengan bahasa lokal masing. Ini adalah keunggulam, setiap insan indonesia bisa berbicara dengan 3 bahasa. Bahasa adalah anugerah. Sesuai hymne UNTAG Surabaya, mahasiswa adalah penerus ilmu budaya bangsa begitupun Mbah Tejo,” kata Muaafaq dalam sambutannya. Dr. Endro Tjahjono, MM., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNTAG Surabaya menuturkan, “Kita perlu melestarikan apa yang kita miliki. Mari kita gali potensi. Keanekaragaman sebagai kesadaran dalam berbangsa.”
Sujiwo Tejo menegaskan pentingnya berbahasa daerah, dalam acara tersebut Sujiwo Tejo membacakan puisi berjudul “Aku” karya Chairil Anwar dalam bahasa Madura dan Nias, hingga dapat disimpulkan bahwa “Tidak semua kata-kata dapat dikatakan dengan bahasa Indonesia saja, tetapi kita bisa menggunakan bahasa lain yakni bahasa daerah. Di negeri ini ada banyak sekali bahasa daerah, jangan malu memakainya,” ujarnya.
Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara UNTAG Surabaya (UKM Paramatags) mendampingi Sujiwo Tejo, dan mengajak para peserta untuk bernyanyi bersama. “Kebhinekaan adalah tonggak pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Memang wajib kita pelajari juga. Tetapi bahasa daerah jangan ditinggalkan, bahasa daerah tetap harus kita pakai juga. Ini penting, dan bangsa ini punya puluhan bahasa daerah. Harusnya kita bangga,” tegasnya usai pembacaan Sumpah Pemuda. Seminar ini ditutup dengan lagu ciptaan Sujiwo Tejo yang menjadi juara di Asian Music Awards. (Um)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar